Soal Larangan Mudik dan Salat Tarawih di Masjid, Mahfud MD: Pertimbangan dari Sudut Agama dan Ahli

Soal Larangan Mudik dan Salat Tarawih di Masjid, Mahfud MD: Pertimbangan dari Sudut Agama dan Ahli

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyampaikan, pemerintah melarang salat Tarawih di masjid dan mudik, atas pertimbangan dari sudut keagamaan. Menteri agama dan para ahli sudah diajak diskusi untuk mempertimbangkan larangan mudik dan berkumpul di masjid. "Ada beberapa pertimbangan soal larangan mudik, berkerumun termasuk larangan beribadah."

"Kita sudah mendiskusikan dari berbagai sudut. Satu dari sudut keagamaan, tentu saja karena Indonesia negara Ketuhanan yang Maha Esa," ujar Mahfud MD, dikutip dari YouTube , Rabu (29/4/2020). "Kita di dalam sidang sidang kabinet dari sudut keagamaan juga Menteri Agama, kemudian para ahli juga," lanjutnya. Atas berbagai pertimbangan berdasarkan diskusi dengan para menteri dan ahli, pemerintah memutuskan untuk melarang mudik dan salat Tarawih di masjid.

"Sehingga pada akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa kita harus melarang mudik, melarang orang berkumpul untuk beribadah termasuk ibadah yang sifatnya sunah," terangnya. Ia menambahkan, ibadah wajib mungkin juga bisa dihindari apabila mendatangkan mudarat atau kerugian. "Bahkan yang wajib pun untuk menghindarkan mudarat, bisa dihindarkan," imbuh Mahfud MD.

Sebelumnya, Mahfud MD mengatakan, masyarakat tak bisa menjalani ritual seperti berkumpul, di tengah pandemi virus corona. Masyarakat harus mengikuti aturan pemerintah terkait kebijakan physical distancing atau menjaga jarak fisik pada bulan Ramadhan ini. "Di dalam ibadah itu, ada yang sifanya substansi. ada yang sifatnya ritual."

"Ritual itu, ada yang murni dan ada yang kemasyarakatan," ujar Mahfud MD, Sabtu (25/4/2020), dikutip dari YouTube . Umat Islam pun tak bisa menjalani salat Tarawih dengan bersama sama saat pandemi corona. "Berpuasa, salat Tarawih, merupakan ajaran substansi di dalam agama Islam."

"Dulu dianjurkan bersama, tapi karena sekarang ada kebijakan physical distancing, maka kita harus ikuti aturan pemerintah," jelasnya. Mahfud MD menyampaikan, saat ini masyarakat diharuskan untuk menghindari penularan virus corona dulu. Beribadah pada bulan Ramadhan bisa dilakukan di rumah, karena jika di masjid dikhawatirkan akan terjadi penyebaran Covid 19.

"Di dalam agama Islam, ada yang sifatnya langsung ke Allah, ada yang sosial." "Mari kita beribadah tanpa menghilangkan makna substansi ibadahnya, tapi soal kemasyarakatannya yang dulu harus bersama, sekarang berpisah dulu." "Itu dalilnya dalam agama, menghindari masalah penyebaran Covid 19 lebih penting, daripada kita meraih pahala yang sifatnya sunah," terang Mahfud MD.

Menteri Agama, Fachrul Razi mengajak umat Islam menjalankan ibadah pada bulan Ramadhan di rumah. Menurutnya, bulan Ramadhan ini harus diisi dengan ibadah dan amal saleh. "Alhamdulillah Ramadhan telah tiba. Kita bersyukur diberi umur panjang hingga bertemu kembali dengan bulan penuh kemuliaan dan keberkahan," ujar Fachrul Razi, dikutip dari YouTube , Jumat (24/4/2020).

"Selayaknya kita manfaatkan kesempatan ini untuk mengisi Ramadhan dengan beribadah dan beramal saleh," ungkapnya. Ia pun mengajak untuk beribadah di rumah saja, selama menghadapi pandemi virus corona. "Saya mengajak umat Islam untuk beribadah di rumah, guna mencegah penularan wabah Covid 19," kata menteri agama.

Fachrul Razi pun berharap, rumah yang digunakan untuk melakukan ibadah, akan menjadi surga. "Baytii Jannatii . Semoga rumah kita menjadi surga bagi kita semua," imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *