Prabowo dan Esper Sepakat Mulai Kembali Pencarian Tentara AS yang Hilang di Indonesia Selama PD II

Prabowo dan Esper Sepakat Mulai Kembali Pencarian Tentara AS yang Hilang di Indonesia Selama PD II

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark T Esper sepakat untuk memulai kembali pencarian tentara AS yang hilang di Indonesia selama Perang Dunia II (PD II). Upaya pencarian tentara AS di Indonesia tersebut nantinya akan melibatkan sebuah badan di bawah Kementerian Pertahanan AS yang bertugas untuk melakukan pencarian tersrbut yakni Defense Prisoner of War/Missing in Action Accounting Agency. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandantangan Memorandum of Intent oleh Prabowo dan Esper ketika Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Pentagon AS pada Jumat (16/10/2020).

Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam Pernyataan Bersama Terkait Pertemuan Esper dan Prabowo yang diunggah dalam laman resmi Kementerian Pertahanan AS, www.defense.gov, pada Jumat (16/10/2020). "Sekretaris Esper dan Menteri Prabowo menandatangani Memorandum of Intent untuk memajukan upaya Defense Prisoner of War/Missing in Action Accounting Agency untuk memulai kembali pekerjaannya di Indonesia dalam memulihkan sisa sisa personel AS yang hilang di Indonesia selama Perang Dunia II," demikian isi dari keterangan tersebut. Saat ini diketahui lebih dari 81.900 warga Amerika masih hilang dalam PD II, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Dingin, dan Perang Teluk atau konflik lainnya.

Dari lebih dari 81.900 warga Amerika yang masih hilang tersebut 75 persen di antaranya di Indo Pasifik, dan lebih dari 41.000 yang hilang diperkirakan hilang di laut. Selain itu dalam keterangan tersebut juga menyebutkan keduanya membahas keamanan kawasan, prioritas pertahanan bilateral, dan akuisisi pertahanan. Dalam pertemuan tersebut Prabowo mengungkapkan pentingnya keterlibatan militer di semua tingkatan, dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Amerika Serikat untuk modernisasi pertahanan Indonesia.

Sedangkan Esper mengungkapkan pentingnya menegakkan hak asasi manusia, supremasi hukum, dan profesionalisasi saat kedua negara memperluas keterlibatan mereka. Kedua menteri pertahanan tersebut juga mengungkapkan keinginan mereka untuk meningkatkan kegiatan bersama antar angkatan bersenjata dan bekerja sama dalam keamanan maritim. "Kedua pemimpin menyatakan simpati kepada mereka yang terkena COVID 19 di Amerika Serikat dan Indonesia," tulis keterangan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *