Pengamat Musik Sebut Kepergian Didi Kempot ‘Godfather of Broken Heart’ Momen Ambyar Sesungguhnya

Pengamat Musik Sebut Kepergian Didi Kempot ‘Godfather of Broken Heart’ Momen Ambyar Sesungguhnya

Pengamat musik asal Kota Solo, Joko S. Gombloh menyebut kepergian sang maestro campursari Didi Kempot merupakan moment ambyar yang sesungguhnya. Menurut Gombloh, ini tidak lepas dari sepak terjang Didi Kempot dalam memberikan pengaruh besarnya terhadap dunia permusikan di Indonesia. Kemudian Gombloh merincikan sejumlah nilai yang luar biasa, baik di dalam diri Didi Kempot sendiri maupun lewat karya karyanya.

Gombloh mengatakan, yang tidak lepas dari Godfather of Broken Heart ini, ia telah mampu merubah peta audiensi musik di Indonesia yang luar biasa dan secara konkrit. "Sobat ambyar mendobrak sekat sekat selera musik di Indonesia," imbuhnya. Dosen di Institut Seni (ISI) Surakarta dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menilai, sebelum kehadiran Sobat Ambyar peta musik di Indonesia terfragmentasi dan terpolarisasi.

"Ada yang ke jazz, ke rock, ke dangdut dan ada juga ke campursari itu sendiri." "Kalau jazz itu untuk kalangan eksekutif dan dangdut itu untuk masyarakat pingiran misalnya," imbuh Gombloh. Hadirnya musik ala Didi Kempot diyakini mampu menyatukan berbagai macam penikmat musik dalam satu wadah, yakni Sobat Ambyar.

Gombloh mengatakan lagu lagu yang dibawakannya melampaui genre musik lainnya. "Semuanya terlampaui di sana, formula yang dibuat Didi Kempot sudah menjadi integral yang luar biasa." "Dan dia konsisten dengan tema tema yang menjadi kebudayaan pop. Tentang cinta, tentang patah hati dan sebagainya," urainya.

Gombloh menegaskan musik ala Didi Kempot mampu mengubah peta permusikan di Indonesia belum terbukti sepenuhnya. Perlu ada pembuktian apakah Sobat Ambyar akan tetap ada selepas ditinggal sang maestro. "Kita tunggu kalau fenomena Didi Kempot memang bisa mengubah peta, atau hanya alasan showbiz atau gaya hidup yang sesaat kontemporer," kata dia.

Jika selepas kepergian Didi Kempot atau musik ala dirinya tidak berkembang, berarti fenomena Sobat Ambyar hanya karena fenomena untuk memuaskan gaya hidup seseorang di kalangan showbiz. Sehingga dimungkinkan Sobat Ambyar akan kembali ke 'habitat' musiknya masing masing. "Ya berati tidak bisa mengubah peta permusikan di Indonesia," tegas Gombloh.

Pengamat musik Bens Leo menilai, Didi Kempot selalu mempunyai tempat di hati masyarakat luas, dari golongan remaja hingga tua. Selain itu, musik yang dibawakan juga mampu menjangkau masyarakat dari berbagai elemen. “Didi Kempot adalah seorang entertainer Indonesia yang head to head dengan Kpopers karena fans nya yang heterogen sekali,” kata Bens Leo saat berbicara di Kompas TV, Selasa (5/5/2020).

Diketahui, Didi Kempot mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa pukul 07.45 WIB. Didi Kempot meninggal di usia 53 tahun di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo karena mengalami henti jantung. Ia diduga kelelahan akibat aktivitas padat yang dijalaninya.

Lilik, kakak Didi Kempot, mengatakan adiknya memang mempunyai kesibukan belakangan ini. Sehari sebelum meninggal dunia, Didi bahkan masih berada di sebuah studio untuk menyelesaikan proses pembuatan video klip lagunya. Menurutnya, selama ini Didi Kempot tidak pernah mengeluhkan sakit.

"Dia enggak bilang kalau ngomong sakit betul, enggak ngomong," kata Lilik saat berbicara di Kompas TV, Selasa (5/5/2020). Didi Kempot meninggal dengan meninggalkan ratusan karya lagu yang telah ia ciptakan. Musik yang diciptakan Didi Kempot sangat akrab di telinga masyarakat, utamanya bagi masyarakat Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *