Mitos-Mitos Keliru soal Asuransi di Indonesia

Mitos-Mitos Keliru soal Asuransi di Indonesia

Meski jumlah nasabah asuransi Indonesia terus bertumbuh, tak dapat dimungkiri bahwa angka ini masih tergolong kecil. Pasalnya, jumlah orang yang enggan memiliki produk asuransi masih lebih banyak. Alasannya bermacam-macam, mulai dari pemikiran bahwa ia tak membutuhkan asuransi, perasaan tak mampu membayar preminya, hingga pemahaman mitos-mitos lainnya. Padahal, kepemilikan asuransi itu sangatlah penting untuk siapa pun; berapa pun usianya dan apa pun profesi sosialnya.

Lalu, mitos apa sajakah yang sering beredar di tengah masyarakat?

Masih Muda, Belum Terlalu Butuh Asuransi

Pandangan seperti inilah yang kerap kali dipikirkan oleh sebagian besar orang. Karena merasa umurnya masih muda dan masih sehat, mereka merasa belum terlalu membutuhkan asuransi. Menurut mereka, asuransi hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang sudah dewasa menjelang usia pensiun dan memiliki penghasilan besar. Nyatanya, ini adalah pandangan yang salah.

Asuransi itu paling baik dimiliki sejak usia muda. Sebab semakin muda Anda memiliki asuransi, maka akan semakin panjang masa pertanggungan Anda. Artinya, keselamatan dan finansial Anda akan lebih terlindungi ke mana pun Anda pergi atau apa pun aktivitas yang harus Anda lakukan sehari-harinya. Selain itu, biaya premi pun akan semakin kecil. Padahal, manfaat yang akan Anda peroleh sama banyak dengan manfaat dari asuransi yang Anda beli 10 tahun dari sekarang.

Asuransi dari Kantor Sudah Cukup

Tunjangan yang Anda dapatkan dari kantor sepatutnya Anda anggap sebagai insentif yang positif atas pekerjaan Anda. Jadi, bukan sebagai jaminan atas perlindungan diri. Hal ini karena Anda tidak akan tahu kapan Anda akan berhenti dari bekerja di kantor tersebut. Selain itu, bisa saja perusahaan tidak menyediakan jaminan kesehatan untuk karyawannya karena belum bekerja selama satu tahun.

Tidak hanya itu saja, secara umum kantor hanya memberikan perlindungan untuk beberapa penyakit ringan dengan tunjangan yang secukupnya. Jika mendadak Anda dihadapkan dengan penyakit yang serius, biaya perawatan atau pengobatannya bisa saja melebihi plafon asuransi kantor. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika Anda juga memiliki asuransi pribadi untuk memproteksi diri lebih baik.

Hanya Kepala Keluarga Saja yang Membutuhkan Asuransi

Pandangan seperti ini muncul karena kebanyakan kepala keluargalah yang menjadi pencari nafkah pokok atau tulang punggung keluarga. Sehingga, kepala keluarga harus memiliki perlindungan jiwa yang komprehensif. Nyatanya, anak dan istrinya juga memiliki risiko untuk terkena penyakit, kecelakaan, hingga kematian yang sama dengan kepala keluarga. Jika risiko ini sampai terjadi pada anak atau istri, maka akan banyak sekali biaya yang harus kepala keluarga keluarkan.

Untuk mencegah kondisi tersebut, maka penting juga untuk menyediakan asuransi bagi anak dan istri Anda. Saat ini, sudah banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang menyediakan asuransi keluarga untuk memberikan perlindungan pada seluruh anggota keluarga dengan premi yang terjangkau.

Itulah beberapa mitos yang sering beredar di tengah masyarakat tentang asuransi yang sebenarnya keliru. Apakah ada mitos di atas yang menghalangi Anda untuk segera memiliki asuransi?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *