Ketegaran Istri Korban Kecelakaan Helikopter MI 17 di Kendal: Saya Tidak Mau Menangis di Depan Suami

Ketegaran Istri Korban Kecelakaan Helikopter MI 17 di Kendal: Saya Tidak Mau Menangis di Depan Suami

Suara istri korban selamat kecelakaan Helikopter MI 17 Puspenerbad di Kendal Praka Nanang, Intan Wahyu Utami, bergetar ketika menceritakan pertama kali ia melihat kondisi suaminya di rumah sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang setelah insiden tersebut. Meski begitu, tidak tampak sebutir air matapun yang jatuh dari kedua matanya. Intan pun mengungkapkan ia menahan tangis ketika melihat kondisi suaminya sesaat setelah kejadian yang pada akhirnya menewaskan lima prajurit Puspenerbad tersebut.

Meski terkejut melihat kondisi dua kaki dan tangan suaminya yang dibalut perban dan gips, ia mengaku harus menahan tangis karena enggan melihat suaminya bersedih. Intan ingin suaminya tahu bahwa dirinya kuat dan menginginkan suaminya juga tetap kuat meski baru saja mengalami peristiwa nahas tersebut. Hal tersebut diungkapkan Intan dalam tayangan Buletin TNI AD yang diunggah lewat akun Instagram resmi TNI Angkatan Darat, @tni_angkatan_darat, pada Minggu (5/7/2020).

"Pas melihat pertama, Ya Allah, kok seperti itu kondisi suami saya. Kakinya dua duanya dipasang spalek, sama tangannya. Tapi saya tetap menahan tangis. Saya tidak mau menangis di hadapan suami saya. Karena biar suami saya itu, oh berarti istri saya kuat, begitu. Jadi saya mau suami saya kuat. Biar tidak sedih," ungkap Intan. Intan pun mengungkapkan, pertama kali ia tahu kabar tersebut dari istri teman seangkatan suaminya. Ia pun merasa heran karena tidak biasanya istri teman seangkatan suaminya tersebut menelponnya.

Istri teman seangkatan suaminya pun sempat menanyakan apakah suami Intan telah pulang kerja. Istri teman seangkatan Praka Nanang tersebut pun menanyakan ke Intan apalah ia sudah mendengar kabar tentang jatuhnya helikopter yang ditumpangi oleh suaminya tersebut. "Kok tumben banget telpon, biasanya kan tidak pernah. Ada apa? Dia tetap tidak bilang. Mas Nanang sudah pulang apa belum? Dia bilang begitu. Belum Mbak. Emang ada apa Mbak? Kamu belum tahu beritanya? Ndak tahu. Emang ada apa Mbak? Terus dimatikan (telponnya) sama dia. Terus di WA (dichat)," ungkap Intan.

Praka Nanang pun mendapar perawatan intensif di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang setelah kejadian tersebut. Hingga kini diketahui kondisi Praka Nanang telah semakin membaik. Dalam tayangan tersebut Praka Nanang telah bisa duduk di ranjang perawatannya saat sedang disuapi oleh Intan meski masih tampak gulungan perban dan gips di tangan dan kakinya serta semacam pen besi yang berada di kakinya.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Hetty Andika Perkasa yang mengunjungi Nanang beberapa waktu lalu di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama pun memberikan dukungan moral dan santunan kepada Praka Nanang. "Tidak apa apa. Nanang masih punya kesempatan besarin anak anak. Cepat sembuh ya," kata Andika. Dalam kecelakaan yang terjadi pada saat misi latihan endurance kedua dengan materi tactical manuver tersebut, Praka Nanang adalah satu di antara lima prajurit yang selamat.

Empat prajurit TNI yang gugur dalam kecelakaan tersebut antara lain Kapten CPN Kadek, Kapten CPN Fredi, Kapten CPN Y Hendro, dan Lettu CPN Wisnu. Sedangkan lima prajurit yang selamat termasuk Praka Nanang antara lain Lettu CPN Vira Yudha, Praka Supriyanto, Praka Rofiq, dan Praka Andi. Sementara itu Lettu CPN Vira Yudha meninggal dunia ketika menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang pada Minggu (13/6/2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *